Breaking News

Alternatif Modal Usaha, dari Cara Konvensional sampai Online

Banyak orang bilang, merintis usaha tak selalu memerlukan modal yang besar. Selama anda mempunyai tekad, inginkan bekerja keras, kreatif dan memiliki gagasan brilian, Insya Allah usaha bakal berjalan dengan sendirinya. Dan, tidak sedikit orang sukses memperlihatkan adagium ini.

Sayangnya tak seluruh orang seberuntung itu. Banyak orang melulu dikarunia motivasi dan keinginan berusaha, dan tidak memiliki gagasan yang cukup berkilauan untuk menghasilkan sesuatu yang beda. Untuk kelompok ini, modal barangkali tetap memegang peran penting.
Dan, andai Anda masuk dalam kelompok yang terakhir serta perlu tambahan modal guna usaha yang sedang dirintis, sekarang peluang guna mendapatkan modal usaha semakin tersingkap lebar.

Cara yang dapat ditempuh guna memupuk modal makin beragam, baik teknik konvensional ataupun mengandalkan peradaban teknologi informasi. Berikut sejumlah sumber duit dari Danaxtra.com yang dapat Anda gali untuk mengoleksi modal usaha yang sedang kita rintis:

1. Modal Usaha dari Simpanan

Tabungan atau simpanan ialah sumber sangat aman guna modal usaha. Tabungan ini dapat beragam, baik simpanan di bank atau tabungan yang lainnya. Jika kita belum punya simpanan tapi berniat untuk mengawali usaha, mulai kini sisihkan sebagian penghasilan Anda.

Satu urusan yang mesti diingat, andai Anda meniatkan menyimpan uang untuk modal, jangan melulu menyisihkan uang. Anda mesti mematok target cocok jumlah dana yang Anda butuhkan guna modal usaha serta jangka masa-masa yang kita tetapkan supaya jumlah paling tidak yang diperlukan dapat terkumpul.

Setelah hitungan didapat, maka Anda mesti menilai besaran duit yang disisihkan masing-masing bulannya untuk disimpan sebagai modal usaha. Setelah tersebut atur strategi guna mencapainya. Bisa dengan menghemat pengeluaran kita atau dengan menggali pekerjaan sampingan yang hasilnya dapat Anda tabung guna modal usaha. Jadi, arah dan tujuan menyimpan uang Anda lebih jelas.

2. Jual/Menyewakan aset guna modal usaha

Pilihan selanjutnya ialah menjual asset yang kita miliki. Coba telisik asset yang tak terlampau Anda butuhkan dan terdapat barang subtitusinya. Mobil/kendaraan, perhiasan, barang koleksi, atau tanah ialah barang-barang yang Anda dapat lego guna modal usaha.

Atau andai punya lokasi tinggal yang lumayan besar, kita juga dapat menyewakan beberapa kamarnya untuk ekstra modal usaha. Bahkan andai mendesak, Anda dapat menjualnya dan pindah ke lokasi tinggal yang lebih kecil, sampai-sampai Anda dapat mempunyai uang sisa guna modal. 

Hal urgen yang mesti Anda simaklah saat ‘memanfaatkan’ aset, ialah meyakinkan harga yang wajar guna aset Anda. Jangan melulu demi memburu modal usaha, kemudian Anda rela banting harga. Toh, kita tidak sedang dikejar-kejar utang dan masih ada penyelesaian selain memasarkan aset.

3. Modal usaha hasil pinjam

Ketika kita tidak mempunyai aset yang dapat dijual, atau hasil menyimpan uang dirasa tidak bakal mencukupi, maka tidak terdapat salahnya untuk menggali pinjaman ke orang terdekat. Anda dapat memulai dari lingkar terdekat, yaitu anggota keluarga.

Seorang pengusaha muda yang pernah saya temui, bahkan nekad mengawali usaha dari duit kuliah yang ia mintakan untuk orang tuanya untuk ditunaikan di depan. Dengan uang tersebut ia sukses merintis usaha sekaligus mengongkosi kuliahnya.

Jika pihak family tak dapat diandalkan, maka rekan dekat dapat menjadi asa selanjutnya. Baru lantas Anda dapat mencoba mencari dari sumber yang lebih luas laksana teman kerja. Meski meminjam dari orang yang dikenal, Anda mesti tetap bersikap professional.

Pastikan usaha Anda pantas dimodali dan menjanjikan keuntungan. Dan, utang tersebut tetap mesti dibayar, andai perlu dengan pembagian saldo hasil usaha. Berikan laporan secara rutin mengenai usaha Anda.

Hindari perilaku tidak bertanggung jawab dengan menunda cicilan, lagipula kabur dari kewajiban. Jika memang usaha kita tidak berjalan cocok yang diharapkan, kita tetap mesti melaporkan situasi ini untuk pemberi pinjaman. Jangan pernah menyalahgunakan keyakinan yang sudah diberikan.

4. Manfaatkan kemudahan Crowdfunding

Kemajuan teknologi informasi ternyata pun membuka peluang yang lebih banyak untuk mengakses modal. Saat ini tidak sedikit ditawarkan pinjaman modal secara daring yang dapat Anda manfaatkan. Alternatif ini bakal menghindarkan kita dari bunga tinggi atau formalitas rumit yang diterapkan bank.

Cobalah akses situs-situs yang menawarkan pertolongan permodalan. Cara ini lebih dikenal dengan crowdfunding, yaitu praktik penggalangan dana dari sebanyak besar orang guna memodali sebuah proyek atau usaha yang umumnya dilaksanakan melalui internet.

Jika Anda hendak memanfaatkan teknik ini, Anda lumayan menjelaskan usaha Anda, laksana jenis usaha, prospek, akibat yang didapatkan dan besarnya modal yang dibutuhkan. ‘Proposal’ Anda lantas akan dinilai untuk ditetapkan apakah pantas dimodali atau tidak.

Kalau memang proposal kita disetujui, maka duit yang dicairkan tidak mesti dikembalikan. Ada sejumlah skema yang dapat dipilih, sebagai debitur Anda dapat memberikan produk khusus guna pemberi modal. Konversi pinjaman ke kepemilikan saham juga dapat dijadikan opsi, tergantung kesepakatan dengan pemberi kredit.

Di Indonesia, ketika ini ada sejumlah situs crowdfunding. Seperti KitaBisa.com yang tidak sedikit bergerak di proyek sosial, teknologi, kesehatan dan ekonomi kreatif. Juga terdapat Wujudkan.com yang tidak sedikit mendanai usaha rintisan di bidang kreatif laksana seni, literasi, dan kuliner.

5. Alternatif modal usaha melewati crowdlending

Di samping crowdfunding, ada pun sistem crowdlending alias peminjaman dana melewati situs internet. Bedanya, andai situs crowdfunding menyerahkan dana secara ‘cuma-cuma’, website crowdlending meminjamkan uangnya dengan menetapkan cicilan per bulan yang kadang disertai bunga.

Dengan teknik ini, Anda mesti menyatakan usaha yang bakal dijalankan, prospek plus berapa keperluan modalnya. Nantinya, keterangan Anda akan hadir di website yang kita akses dan bakal menjadi bahan pertimbangan pembacanya untuk menyerahkan pinjaman secara online.

Setelah mendapat pinjaman, Anda mesti mengembalikannya cocok dengan ketentuan, tergolong bunga. Di Indonesia, website crowdlending antara beda ada Gandengtangan.org, Investree, Modalku, Mekar.id dan sejumlah lainnya.

Sedikit cerminan Gandengtangan.org mengutamakan diri pada kewirausahaan sosial, atau usaha yang memiliki akibat sosial. Pemberi pinjaman dapat memberikan pertolongan mulai dari Rp 50 ribu dengan bunga nol persen.

Sedangkan, Modalku berjuang menjembatani antara pengusaha yang perlu modal Rp 50 juta sampai Rp 500 juta dengan pemberi pinjaman yang hendak menginvestasikan dananya. Modalku memutuskan bunga terjangkau, tetapi saat ini baru beroperasi di Jabodetabek.

Sementara Mekar.id, ialah crowdlending yang didirikan oleh Putera Sampoerna dan Charles Nagy. Meski tidak tidak sedikit informasi yang dapat didapatkan melewati website-nya, Anda dapat mencoba menghubungi mereka andai membutuhkan dana Rp 20 juta sampai Rp 200 juta.

6. Cari modal usaha melewati kredit multiguna?

Mengapa tidak? Kredit multiguna ialah kredit dengan agunan atau jaminan. Cara ini tidak sedikit ditempuh semua pengusaha. Hanya saja mayoritas pemberi kredit memutuskan limit kredit yang lumayan besar (sampai ratusan juta rupiah).

Bunga yang dikenakan pun tak dapat dikatakan kecil. Besaran kredit yang dicairkan penyedia kredit –baik bank maupun lembaga finansial lainnya—biasanya didasarkan pada nilai garansi yang di berikan oleh debitur. Cara ini patut dipungut jika mempunyai aset tetapi ogah menjualnya sebagai modal.

Jika kita memilih teknik ini, maka pilih pilih bunga yang sangat rendah sampai-sampai bersahabat dengan finansial Anda.

7. Kredit tanpa agunan (KTA) guna modal usaha. Ingat konskuensinya

Berkebalikan dengan kredit multiguna, KTA tidak mensyaratkan agunan tertentu guna mendapatkan pinjaman usaha. Sepintas teknik ini sangat ramah dan mudah, tetapi Anda mesti bersiap dengan konsekuensinya, yaitu bunga tinggi.

Saat ini tingkat suku bunga guna KTA rata-rata di atas 1,5 persen masing-masing bulan atau lebih dari 18 persen per tahun. Selain tersebut tenor KTA relatif lebih pendek ketimbang kredit multiguna. Jadi tidak sedikit yang butuh dipertimbangan guna memanfaatkan KTA guna modal usaha. Jangan hingga usaha yang baru kita rintis dari nol mesti terbebani bunga tinggi. Okay, selamat berjuang!

Tidak ada komentar