Breaking News

kasih ibu tanpa masa


Kasih Ibu kepada beta
Tak terhingga sepanjang masa
Hanya memberi, tak harap kembali
Bagai sang surya menyinari dunia


Lagu dengan lirik yang singkat, tapi sarat makna karya SM Mochtar ini rasanya akan terus terngiang di benak kita. Seorang yang luar biasa hebat bagi hidup kita, seorang yang mau untuk berjuang demi memenuhi kebutuhan kita, dan seorang yang rela berkorban untuk kita. Ialah seorang yang kita panggil Ibu/Mama/Bunda. Berbagai macam panggilan untuknya, dialah tetap seorang yang layak jika Surga benar ada di telapak kakinya. Kasihnya yang tak terhingga kepada kita ini, dimulai saat kita masih berada dalam kandungannya.

Ibu yang menjaga, merawat, dan melindungi kita ketika masih berada dalam perutnya yang membesar. Ibu yang berjuang melawan maut untuk mewujudkan mimpi kita saat dalam kandungannya. Ibu yang membentuk dan mendidik karakter kita, hingga kita bisa berada pada posisi kita saat ini. Mungkin ini hanya sedikit dari besarnya dan panjangnya kasih ibu kepada kita, anaknya. Namun, apakah kita bisa memberikan kasih yang sama besar dan panjang kepada ibu?

Terkadang kita lupa bahwa ibu merupakan sosok yang kita butuhkan dalam hidup kita. Bukan teman, bukan sahabat, bukan kekasih, dan bukan gawai. Luasnya pergaulan dan canggihnya teknologi saat ini, sesaat dapat membuat kita terlena. Kita lebih memilih menghabiskan waktu bersama dengan orang luar dan gawai kita daripada bersama ibu kita. 

Padahal, ingatkah pada semasa kita kecil, ibu rela meninggalkan tugasnya yang lain untuk merawat kita saat sedang sakit. Ibu juga rela meninggalkan hiburannya saat kita minta untuk dihibur. Ibu rela membagi waktunya untuk memenuhi kemauan kita, tanpa sadar kita seakan egois kepada ibu.

Zaman yang berkembang semakin pesat, serta pergaulan yang semakin beragam membuat peluang lunturnya rasa kasih sayang yang nyata kepada ibu. Sebagai contoh, saat momentum Hari Ibu tiba. Kita—khususnya generasi muda, cenderung menghabiskan waktu memainkan gawai dengan embel-embel merayakan Hari Ibu. 

Namun, apakah itu cara yang tepat untuk menyampaikan rasa kasih sayang kepada ibu? Apakah hal itu yang ibu kita butuhkan sebagai bentuk kasih sayang kita padanya? Ibu tidak membutuhkan itu. Ibu membutuhkan kasih sayang yang nyata dari anaknya, bukan kasih sayang ‘maya’ dari anaknya.

Kasih sayang nyata yang ibu inginkan dari kita, seperti cium tangannya ketika kita hendak pergi untuk menjalankan aktivitas. Cium tangan dan mengucapkan salam merupakan ungkapan kasih sayang yang sederhana. Memberi perhatian yang cukup untuk ibu dan tidak melawan nasihatnya, juga merupakan hal sederhana lainnya yang dapat kita lakukan. Menghormati dan menghargai ibu dengan segala kekurangan juga kelebihan yang ibu miliki, merupakan sebagian kecil wujud nyata kasih sayang kita kepadanya.

Sebagai seorang ibu tentunya ingin melihat anaknya berhasil, serta berguna bagi bangsa dan negaranya. Bahkan, keinginan kecil seorang ibu adalah ingin terus bersama dengan anak-anaknya dan melihatnya berhasil sampai ia pergi untuk selama-lamanya. Ibu umumnya tidak memiliki keinginan yang muluk-muluk atau bermacam-macam, ia hanya ingin melihat bahwa segala pengorbanannya selama ini tidak sia-sia untuk anaknya. Itulah yang harus kita ingat dan tanamkan dalam hati kita.

Sebagai anak yang lahir dari rahim ibu, kita sudah sepatutnya memberikan kasih sayang yang nyata kepadanya. Bukan dengan hanya merayakan Hari Ibu dengan meriah di media sosial, tapi rayakan juga bersama dengan ibu. Bertepatan dengan momentum Hari Ibu pada 22 Desember, marilah kita—generasi muda mengubah kebiasaan kita dalam merayakan Hari Ibu. Jadikanlah momentum ini sebagai renungan diri, sudah sejauh mana kasih sayang nyata yang telah diberikan kepada ibu kita.

Jika kita sering mengutamakan merayakan Hari Ibu melalui media sosial, maka pada momen ini kita tinggalkan perayaan sebagai perwujudan kasih sayang ‘maya’ kita pada ibu. Berilah kasih sayang nyata pada ibu kita karena itulah yang ibu kita inginkan. Seperti pada lirik lagu “Kasih Ibu”, posisikanlah diri kita dalam lagu tersebut. Agar kita pun dapat mengerti sebesar apa dan sepanjang mana kasih sayang kita terhadap ibu kita.

Tidak ada komentar